May 23, 2024

Ada beberapa prinsip akuntansi dasar yang perlu Anda ketahui apabila ingin berkarier di bidang tersebut. Bukan hanya dalam perusahaan atau bisnis, namun prinsip ini juga penting untuk dilakukan dalam sebuah organisasi.

Dengan memahami semua prinsip tersebut, maka Anda akan jauh lebih mudah dalam memahami, mengolah, hingga menyajikan data terkait dengan keuangan. Ketika semua sudah tersaji dengan baik, nantinya proses evaluasi setiap periode juga akan menjadi lebih mudah.

Oleh karena itu, silakan simak dan pahami beberapa prinsip berikut ini. Pastikan untuk memahami dengan saksama agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Prinsip-Prinsip Akuntansi Dasar

Berikut ini adalah beberapa prinsip dasar akuntansi yang wajib dipelajari sebelum ke hal yang lebih kompleks. Dengan begitu, Anda akan jauh lebih mudah dalam belajar.

1. Prinsip full disclosure

Prinsip yang pertama adalah full disclosure atau pengungkapan lengkap. Seperti kita ketahui, tujuan utama dari pembuatan laporan keuangan adalah untuk menilai bagaimana kondisi keuangan secara transparan dan utuh.

Dalam prinsip ini, penyajian informasi harus dilakukan secara lengkap. Hal tersebut dikarenakan informasi ini akan digunakan untuk mengambil keputusan ke depannya.

2. Prinsip entity economic

Berikutnya, ada pula prinsip entity economic atau entitas ekonomi. Entitas yang dimaksud di sini adalah sebuah unit yang melakukan kegiatan ekonomi untuk kepentingan sendiri.

Konsep dasar dari prinsip entity economic adalah sebuah sistem ekonomi sebuah perusahaan harus bisa berdiri sendiri. Tidak ada pihak mana pun yang boleh mencampur adukkan laporan keuangan perusahaan dengan kepentingan lain.

3. Prinsip periode akuntansi

Dalam pembuatan laporan keuangan harus diberikan batas perhitungan yang juga kerap disebut dengan periode. Biasanya periode ini berlangsung satu tahun kalender yang kemudian berganti di tahun berikutnya.

Jadi, dalam prinsip akuntansi ini, sebuah laporan keuangan harus dibuat dengan periode atau kurun waktu yang jelas dan runtut. Dengan sistem pencatatan tersebut, maka perusahaan akan jauh lebih mudah dalam membaca data dan merencanakan langkah-langkah berikutnya.

4. Prinsip satuan moneter

Sema transaksi yang tercatat di laporan keuangan harus menggunakan satuan moneter. Maksud dari satuan moneter di sini adalah mata uang yang digunakan dalam negara tertentu, dalam hal ini Indonesia menggunakan satuan rupiah.

5. Prinsip historical cost

Prinsip historical cost atau biaya historis mengharuskan akuntan melakukan pencatatan akan semua biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh barang. Jadi, seluruh transaksi terkait barang, jasa, atau sejenisnya harus dicatat dan dihitung dengan jelas.

Sebagai contoh, ketika perusahaan membeli sebuah meja, maka biaya yang dihitung bukan hanya harga meja tersebut. Pengeluaran lain seperti ongkos transportasi atau biaya pemasangan juga harus dimasukkan.

6. Prinsip revenue recognition

Prinsip akuntansi dasar yang berikutnya adalah revenue recognition atau pengakuan pendapatan. Maksud dari prinsip ini adalah seluruh aliran pendapatan harus dicatat dan dihitung pada satu periode tertentu.

Selain berbentuk satuan moneter, dalam prinsip ini harga juga akan dicatat sebagai pendapatan. Sebagai contoh, ketika perusahaan mendapatkan hadiah kendaraan senilai 10 juta, artinya nilai tersebut harus dicatat di bagian pendapatan.

7. Prinsip matching

Terakhir adalah prinsip matching atau mencocokkan. Prinsip ini berfungsi untuk mencocokkan apakah setelah transaksi terjadi perusahaan mengalami kerugian atau keuntungan.

Perusahaan akan dinyatakan rugi apabila jumlah pendapatan lebih kecil dari pengeluaran. Sebaliknya, perusahaan mengalami keuntungan jika pendapatannya lebih besar.

Setelah mempelajari prinsip akuntansi dasar di atas dengan baik dan mendalam, Anda bisa lanjut mempelajari hal yang lebih kompleks. Sebagai referensi, Anda bisa mendapatkan pengetahuan tersebut di GuruAkuntansi.co.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *